Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ini Pasal yang Dipakai Para Korban Tragedi Kanjuruhan Melapor ke Bareskrim

Jumat, 18 November 2022 | 13:56 WIB
Oleh : Chairul Fikri / WIR
Pengacara Tim Gabungan Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky saat melaporkan sejumlah petinggi Polda Jawa Timur atas tragedi di Stadion Kanjuruhan di Bareskrim Polri.

Jakarta, Beritasatu.com - Perwakilan keluarga korban dan korban penyintas Tragedi Kanjuruhan mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan sejumlah orang yang harus bertanggung jawab karena merenggut ratusan nyawa. Hal itu diungkapkan Pengacara Tim Gabungan Pengacara Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky saat ditemui di Bareskrim Polri, Jumat (18/11/2022).

"Kami tim kuasa hukum bersama 50 orang terdiri dari korban penyintas dan juga keluarga korban, hari ini mengunjungi Bareskrim Polri dengan agenda yaitu membuat laporan polisi terkait dengan peristiwa 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang," ungkap Anjar kepada media.

Menurut Anjar, penetapan 6 tersangka terkait kasus tragedi Kanjuruhan belumlah cukup untuk menguak asal muasal tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Oleh karena itu, pihak TGA ingin agar Mabes Polri mengambil alih kasus ini agar bisa menentukan tersangka lainnya.

"Kami melaporkan orang yang seharusnya menjadi orang-orang yang bertanggung jawab atas kejadian itu Dimana kita akan melaporkan mereka dengan menggunakan pasal-pasal yang berkaitan dengan pidana yang mengakibatkan orang mati sebagaimana diatur dalam (Pasal) 338 dan juga 340 KUHP, 351 ayat 3 dan seterusnya," lanjutnya.

"Dan kemudian pasal penganiayaan dan kunci yang paling penting ini ada korban anak, ada lex specialis-nya, ada ketentuan UU khusus yang mengatur. Itu UU perlindungan anak, itu seharusnya diterapkan, tetapi nyatanya belum diterapkan di Jawa Timur," tegasnya.

Ditambahkan Andi Arif selaku perwakilan Federasi Kontras menyebut Skema pemidanaan yang dibuat oleh Polda Jatim selama ini tidak pernah menyentuh seluruh peristiwa yang terjadi di tanggal 1 Oktober 2022. Meskipun selama ini perwakilan para korban dan keluarga korban yang meninggal sudah melaporkannya pada Polresta Malang dan Polda Jatim.

"Pasal dugaan pembunuhan, penyiksaan hingga menyebabkan para korban meninggal dunia, kekerasan pada anak-anak dan perempuan dan hal lain selama ini sebenarnya sudah dilaporkan di Polresta Malang, namun tidak berjalan lantaran selama ini tidak menyentuh para petinggi di Polda Jatim seperti Kapolda. Maka dengan pelaporan ke Bareskrim Mabes Polri ini kami berharap bisa menyentuh penyidikan dan penyelidikannya sampai ke pucuk pimpinan tertinggi di Polda Jatim ini," tandasnya.

Dalam laporan ini, para korban dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan yang mendatangi Bareskrim Polri melaporkan Kapolda Jawa Timur kala itu, Irjen Pol Nico Afinta.

Mereka juga melaporkan sejumlah pejabat kepolisian lain di Polda Jatim dan juga Polresta Malang Kota karena dianggap bertanggung jawab atas pengerahan pasukan saat pengamanan pertandingan Arema Malang dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang yang berakhir ricuh dengan korban mencapai ratusan jiwa itu.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI